Humphrey Djemat : Ahok Tak Dapat Remisi Karena Memang Sudah Aturannya

Posted on

Cincong.com – Jakarta, Pengacara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Humphrey Djemat, mengatakan kliennya tidak mendapatkan remisi pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus kali ini karena hal itu memang sudah sesuai aturan yang berlaku. Menurut Humphrey kliennya seorang yang sangat taat aturan hukum yang berlaku.

Kan itu sesuai aturan yang berlaku. Pak Ahok itu orang yang patuh peraturan,” kata Humphrey Djemat kepada Tempo saat dihubungi pada Kamis, 17 Agustus 2017.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Kantor Wilayah DKI Jakarta memberikan remisi atau pengurangan masa pidana kepada 3.904 dari 16.624 narapidana dalam rangka hari kemerdekaan Indonesia. Namun Ahok tidak termasuk dari narapidana yang mendapatkan remisi tersebut.

Humphrey menjelaskan atas sikap patuh aturannya, maka tidak sama dengan seseorang yang kabur keluar negeri menghindari proses hukum yang tengah membelitnya. “Jangan samakan dengan orang yang kabur keluar negeri menghindari proses hukum terhadap dirinya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi (Kemenkumham) DKI Jakarta Arpan mengatakan ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh seorang narapidana untuk mendapatkan pengurangan masa kurungan. Adapun syaratnya adalah berkelakuan baik dan minimal sudah menjalankan masa pidana selama enam bulan. Hak tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 174 tahun 1999.

Berdasarkan Keppres Nomor 174 tahun 1999, jika seseorang sudah menjalani masa pidana selama enam bulan, maka ia akan mendapatkan remisi selama satu bulan. Kemudian, satu tahun pertama pidana, mereka akan mendapatkan remisi dua bulan. Begitu tahun kedua, mereka akan mendapatkan remisi tiga bulan, dan seterusnya sampai batas maksimal enam bulan.

“Ahok ini kan baru ditahan sejak Mei. Sementara dari Mei menuju Agustus kan belum enam bulan,” ujar Arpan  saat dijumpai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Agustus 2017. “Mudah-mudahan kalau nasrani kan ada remisi keagamaan, pada saat Natal bisa diberikan remisi.”

Ahok dinyatakan bersalah oleh majelis hakim karena terbukti telah menodai agama. Pidatonya di Kepulauan Seribu pada tahun lalu dianggap telah menodai agama Islam. Ia pun divonis hukuman kurungan selama dua tahun. Ahok telah ditahan pada 9 Mei lalu di Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat.(Sumber Tempo.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *